Ambulans Pecah Usai Laga Persijap vs Persebaya, Polisi Turun Tangan! Suporter Sepakat Ganti Rugi Rp3,4 Juta

Avatar pantasadmin

Ambulans Pecah Usai Laga Persijap vs Persebaya, Polisi Turun Tangan! Suporter Sepakat Ganti Rugi Rp3,4 Juta
Posted on :

Kepolisian Sektor (Polsek) Jepara Kota bersama Polres Jepara memfasilitasi penyelesaian insiden yang melibatkan suporter Persijap Jepara pasca pertandingan antara Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (21/2/2026).

Pertemuan yang digelar secara kondusif tersebut menghadirkan perwakilan komunitas relawan serta perwakilan dua kelompok suporter, yakni CNS dan Banaspati. Langkah mediasi ini dilakukan guna meredam situasi sekaligus mencegah polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Kanit II Sat Intelkam Polres Jepara, Ipda Hardi Panjaitan, S.H., menyampaikan bahwa kepolisian bertindak sebagai fasilitator dalam penyelesaian persoalan tersebut.

Memang benar telah terjadi insiden yang melibatkan suporter Persijap. Dalam hal ini kami hanya bertindak sebagai fasilitator dan mempersilakan para pihak untuk bermusyawarah agar permasalahan dapat segera diselesaikan secara baik dan kondusif,” ujarnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali karena berpotensi menimbulkan dampak merugikan dan keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, pertemuan malam itu merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepolisian agar persoalan tidak berlarut-larut serta dapat segera menemukan solusi yang tepat.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Relawan Jepara, Muhammad Alba, menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi. Namun ia menerima laporan bahwa dua unit ambulans milik komunitasnya terdampak akibat tawuran antar suporter yang terjadi di Jalan Sidik Harun, Kelurahan Ujungbatu, Jepara.

Akibat peristiwa tersebut, terdapat dua kendaraan ambulans yang mengalami kerusakan pada bagian kaca. Untuk lecet pada body tidak kami permasalahkan. Namun kerusakan kaca harus segera diperbaiki karena jika tidak, kendaraan tidak dapat digunakan untuk operasional. Estimasi biaya perbaikan sekitar Rp3.400.000,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polres dan Polsek Jepara Kota yang telah memfasilitasi mediasi sehingga permasalahan dapat diselesaikan secara terbuka dan damai. “Pada prinsipnya, kami tidak menuntut berlebihan. Harapan kami ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.

Perwakilan suporter CNS, Nadzif Muhammad alias Pokel, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas kerugian yang timbul.

Hal senada disampaikan perwakilan Banaspati, M. Tega Sanjaya, yang turut menyampaikan permohonan maaf atas kerusuhan pasca pertandingan dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk ikut bertanggung jawab.

Dalam kesepakatan tersebut, bantuan sebesar Rp3.400.000 ditanggung bersama oleh dua kelompok suporter Persijap Jepara, yakni CNS dan Banaspati, masing-masing berkontribusi Rp1.700.000. Dana diserahkan melalui transfer ke rekening perwakilan Komunitas Relawan Jepara atas nama Muhammad Alba.

Para pihak juga sepakat membuat testimoni penyelesaian sebagai bentuk klarifikasi dan upaya meredam spekulasi di media sosial yang sebelumnya sempat beredar luas.

Dengan adanya musyawarah ini, diharapkan seluruh elemen suporter dapat semakin dewasa dalam menyikapi pertandingan serta menjaga nama baik klub dan Kabupaten Jepara. Kepolisian pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya suasana yang aman, nyaman, dan harmonis.***(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *