Video yang sempat viral di media sosial dan menyeret nama Andi Kristian alias Yoyok (42) akhirnya menemui titik terang. Setelah ramai disebut sebagai bagian dari dugaan komplotan begal di jalur Kembang–Bangsri, fakta terbaru menunjukkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman di jalan.
Kabar ini dipastikan setelah jurnalis Global7.id melakukan konfirmasi langsung kepada Kapolsek Kembang.
Konfirmasi Resmi Kapolsek Kembang
Saat dikonfirmasi pada Minggu, 22 Februari 2026, Kapolsek Kembang Iptu Heru Setiyawan membenarkan adanya kejadian yang sempat viral tersebut.
Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan serta menerima klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.
“Sudah kami lakukan klarifikasi. Dari hasil pengecekan, tidak benar adanya dugaan pembegalan seperti yang sempat beredar di media sosial,” terang Kapolsek Kembang saat dikonfirmasi jurnalis Global7.id.
Penegasan ini sekaligus meluruskan narasi yang sebelumnya berkembang liar di masyarakat.
Menurut Kapolsek, insiden tersebut bermula dari persoalan di jalan yang dipicu kondisi lalu lintas dan adanya lubang atau kubangan di jalur lingkar Wedelan, Bangsri.
Kronologi Versi Yoyok
Dalam klarifikasi yang disampaikan kepada pihak kepolisian, Yoyok menjelaskan bahwa kejadian terjadi pada 7 Februari 2026.
Saat itu, ia bersama rekannya mengendarai mobil Suzuki Carry menuju arah Bangsri. Setibanya di pertigaan Jalan Lingkar Wedelan, ia mengerem mendadak karena menghindari lubang besar di jalan.
Namun kendaraan di belakangnya disebut berada dalam jarak sangat dekat sehingga mobil yang dikendarainya justru masuk ke lubang tersebut.
Merasa dirugikan, Yoyok kemudian mengejar kendaraan yang memepetnya untuk meminta penjelasan.
Situasi di lapangan sempat memanas. Adu argumen terjadi hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Dalam kondisi emosi, Yoyok bahkan sempat melepas kaosnya.
Tanpa disadari, momen tersebut direkam oleh salah seorang penumpang kendaraan lain dan kemudian diunggah ke media sosial hingga Viral.
antah Tuduhan Begal dan Preman Mabuk
Kapolsek Kembang menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi, tidak ditemukan unsur tindak pidana seperti dugaan begal yang sempat ramai dibicarakan.
Yoyok juga membantah keras narasi yang menyebut dirinya sebagai bagian dari komplotan preman atau berada dalam pengaruh alkohol.
Ia telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi serta mengakui bahwa emosinya saat itu tidak terkendali.
Polisi Imbau Masyarakat Bijak Bermedsos
Lebih lanjut, Kapolsek Kembang mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi.
“Harapan kami, masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi video yang beredar. Jangan langsung menyimpulkan sebelum ada klarifikasi resmi,” tambahnya.
Menurutnya, potongan video tanpa konteks lengkap kerap menimbulkan persepsi berbeda dan berpotensi merugikan pihak tertentu.
Pelajaran dari Kasus Viral
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik.
Dalam hitungan jam, narasi dugaan begal menyebar luas dan memicu kekhawatiran warga. Padahal setelah dilakukan pengecekan dan konfirmasi resmi, kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman yang dipicu kondisi jalan dan emosi sesaat.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di
wilayah Kembang dan Bangsri dilaporkan dalam keadaan kondusif.
Global7.id akan terus menghadirkan informasi yang terverifikasi dan berimbang demi menjaga kepercayaan publik serta kondusivitas wilayah Jepara.**(Alx)

Tinggalkan Balasan