Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, seorang orang tua murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sragen mengaku kecewa dengan menu MBG yang diterima anaknya selama Ramadan.
Idris Muhammad (36) menyebut dua anaknya enggan menyantap makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Alasannya sederhana namun mengkhawatirkan: rasa tidak enak dan kondisi makanan yang dinilai kurang segar.
“Anak saya bilang rotinya tidak enak, buahnya juga kualitasnya kurang bagus,” ujar Idris saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Menu Kering Dikemas Plastik, Tanpa Tanggal Kedaluwarsa?
Menurut Idris, selama Ramadan anak-anak PAUD menerima menu kering yang dibawa pulang menggunakan kantong plastik. Salah satu menu yang diterima terdiri dari:
Satu roti merek My Joy ukuran kecil
Satu buah pir
Satu bungkus kacang
Ketiganya dikemas dalam plastik sederhana. Idris mempertanyakan tidak adanya penjelasan mengenai tanggal kedaluwarsa produk tersebut.
“Semuanya dikemas plastik, tidak ada penjelasan soal expired. Pegawai juga tidak masak, hanya beli lalu packing,” katanya.
Sebelumnya, anaknya juga sempat menerima kurma yang disebut dalam kondisi kering dan kurang layak konsumsi.
Dugaan Mark Up dan Minim Pengawasan Ahli Gizi
Idris menilai komposisi makanan yang diterima tidak mencerminkan standar gizi seimbang. Ia bahkan menduga ada potensi penggelembungan harga.
“Kalau dihitung-hitung, harga segitu tidak sampai Rp8 ribu. Saya duga ada mark up,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan peran tenaga ahli gizi dalam penyusunan menu, karena tidak terlihat adanya takaran protein maupun karbohidrat yang jelas.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Kota Sragen belum memberikan respons atas konfirmasi yang dilayangkan melalui media sosial resmi mereka.
Aturan BGN Soal MBG Ramadan
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan MBG selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa:
Menu tidak boleh berupa makanan ultra processed food (UPF)
Pengemasan wajib mengikuti SOP keamanan pangan
Masa kedaluwarsa dan izin PIRT harus dicek
Disarankan menggunakan vacuum sealer untuk menjaga kualitas makanan
SPPG wajib menyediakan tote bag khusus, bukan plastik sederhana
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan anggaran bahan makanan MBG sebesar Rp8.000 per porsi untuk PAUD hingga kelas III SD, dan Rp10.000 untuk kelas IV SD ke atas hingga ibu menyusui. Sementara total anggaran Rp13 ribu hingga Rp15 ribu juga mencakup biaya operasional dan insentif mitra.
MBG Kembali Disorot Publik
Kasus ini menambah daftar polemik pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, terutama setelah sebelumnya terjadi dugaan keracunan massal di wilayah lain.
Program yang ditargetkan menjangkau puluhan juta penerima manfaat ini kini dituntut memperketat pengawasan mutu dan transparansi anggaran agar benar-benar menghadirkan makanan bergizi, bukan sekadar formalitas pembagian.***(Alx)


Tinggalkan Balasan