Papan berwarna kuning terlihat terpasang di pintu masuk area proyek, tepat di sisi timur Gedung DPRD Jepara, Sabtu (25/10/2025) pagi. Tulisan tersebut menandakan bahwa sepeda motor kini diizinkan melintasi jembatan, sementara kendaraan roda empat dan lebih tetap dilarang.
Setelah dua bulan penuh ditutup total untuk perbaikan, suasana di area proyek Jembatan Wahid Hasyim atau Jembatan Kanal Jepara kini tampak sedikit berbeda. Di tengah deretan rambu dan pembatas jalan proyek, muncul sebuah papan bertuliskan “Khusus Kendaraan Roda Dua Boleh Melintas”, yang menarik perhatian warga dan pengguna jalan.
Kabar itu sontak mengundang beragam reaksi warga sekitar. Banyak yang menyambut baik kebijakan baru ini karena bisa menghemat waktu tempuh, terutama bagi pekerja dan pelajar yang selama dua bulan terakhir harus memutar jauh.
Meski papan tersebut sudah terpasang, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan jembatan belum sepenuhnya rampung. Sejumlah pekerja masih tampak menyelesaikan pengecoran dan perataan di beberapa sisi jalur. Barikade plastik oranye dan tanda peringatan “Ada Pekerjaan” juga masih berdiri kokoh di sepanjang jalan.
Untuk sementara, para pengguna jalan diminta tetap berhati-hati dan mematuhi petunjuk di lapangan. Meski papan bertuliskan “Khusus Kendaraan Roda Dua Boleh Melintas” sudah terpasang, pengendara diimbau melintasi dengan kecepatan rendah dan memperhatikan keselamatan di area proyek.
Semula jembatan ini ditargetkan sudah bisa dilewati secara sempurna pada awal November 2025. Namun, intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat progres pembangunan sedikit terhambat, terutama pada proses pengeringan cor dan penataan drainase di sekitar jembatan.
Masyarakat berharap agar proyek perbaikan Jembatan Kanal segera selesai dan dibuka total untuk semua jenis kendaraan. Jembatan ini merupakan urat nadi utama mobilitas warga Jepara Kota, yang menghubungkan berbagai kawasan penting, termasuk pusat pemerintahan, pendidikan, dan perdagangan.





Tinggalkan Balasan