Gelombang kritik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas di sejumlah daerah. Kali ini, suara aspirasi datang dari masyarakat Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Melalui wadah Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu, masyarakat secara resmi mengajukan pemberitahuan aksi damai kepada pihak kepolisian terkait evaluasi pelaksanaan program MBG di wilayah mereka.
Surat pemberitahuan aksi tersebut ditujukan kepada Kapolresta Pati dan tertanggal 25 Februari 2026, sebagai bentuk prosedur resmi sebelum kegiatan penyampaian aspirasi publik dilaksanakan. Aksi damai dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026, dengan lokasi utama di GOR Tlogorejo, Tlogowungu, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Diperkirakan sekitar 1.000 massa akan turut ambil bagian dalam aksi tersebut.
Dukungan Program Presiden, Namun Pelaksanaan Dipertanyakan
Menariknya, aliansi warga menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah pusat. Justru sebaliknya, masyarakat menyatakan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan.
Namun demikian, warga menilai pelaksanaan di tingkat lapangan perlu mendapat perhatian serius.
Aliansi mempertanyakan apakah distribusi MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah berjalan sesuai prosedur, transparan, serta benar-benar menyasar kelompok yang menjadi prioritas program nasional tersebut.
Menurut pernyataan dalam surat, sejumlah warga menilai pembagian MBG di wilayah Tlogowungu belum sepenuhnya tepat sasaran, terutama bagi:
- Anak-anak sekolah penerima manfaat
- Ibu hamil
- Kelompok masyarakat yang masuk kategori prioritas gizi
Kondisi inilah yang kemudian mendorong masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka melalui aksi damai.
Aspirasi Rakyat Disampaikan Secara Terbuka dan Damai
Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menegaskan bahwa kegiatan yang akan digelar bersifat damai, tertib, dan konstitusional. Aksi ini disebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal program pemerintah agar berjalan sesuai tujuan awal.
Dalam dokumen pemberitahuan aksi, disebutkan bahwa masyarakat ingin memastikan program yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberi manfaat maksimal bagi rakyat.
Aksi ini merupakan penyampaian aspirasi masyarakat secara terbuka dan damai,” demikian isi keterangan dalam surat pemberitahuan tersebut.
Perangkat aksi yang akan digunakan meliputi:
- Sound system
- Spanduk aspirasi
- Selebaran informasi kepada masyarakat
Seluruh perlengkapan tersebut disiapkan untuk menyampaikan tuntutan dan pertanyaan warga secara terbuka kepada pihak terkait.
SPPG Jadi Sasaran Evaluasi
Aksi damai ini secara khusus diarahkan kepada SPPG se-Tlogowungu sebagai pihak pelaksana teknis distribusi Program MBG di tingkat lokal.
Masyarakat berharap adanya:
- Klarifikasi pelaksanaan program
- Transparansi mekanisme distribusi
- Evaluasi sistem penyaluran bantuan gizi
Warga menilai pengawasan publik penting dilakukan agar program nasional strategis tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Isu transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan MBG sendiri belakangan menjadi perhatian publik di berbagai daerah, terutama setelah muncul sejumlah keluhan terkait menu, distribusi, hingga data penerima manfaat.
Aparat Diminta Lakukan Pengamanan
Dalam surat pemberitahuan tersebut, pihak aliansi juga secara resmi meminta dukungan aparat kepolisian untuk melakukan pengamanan selama aksi berlangsung.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan kondusif serta tidak mengganggu ketertiban umum di wilayah Tlogowungu.
Penanggung jawab aksi tercatat atas nama:
Agus Ribowo Setyo
Muhammad Ali Sobbri
serta seluruh anggota Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu.
Koordinator aksi menyatakan komitmen untuk menjaga kegiatan tetap damai serta menghormati aturan hukum yang berlaku.
Momentum Evaluasi Program Nasional
Rencana aksi damai ini dinilai menjadi sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengawal program pemerintah, khususnya yang berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran publik dan kesejahteraan masyarakat.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang diharapkan mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan anak, serta memperkuat ketahanan gizi generasi masa depan Indonesia.
Namun di sisi lain, masyarakat berharap implementasi di lapangan tidak menyimpang dari tujuan utama program.
Aksi damai Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu pun diperkirakan menjadi momentum penting bagi evaluasi pelaksanaan MBG di tingkat daerah, sekaligus membuka ruang dialog antara masyarakat, pelaksana program, dan pemerintah.
Jika berjalan kondusif, aksi ini diharapkan menjadi contoh penyampaian aspirasi publik yang demokratis, damai, dan tetap menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pengawasan program nasional.***(ALX)


Tinggalkan Balasan