Warga Kelurahan Pengkol bersiap menggelar “Pengkol Culture Festival 2026” yang akan berlangsung pada 13–16 Juni 2026. Beragam kegiatan budaya, religi, hingga pemberdayaan UMKM akan meramaikan festival yang dipusatkan di kawasan depan Pasar Pengkol, Jalan A Yani.
Kegiatan tersebut menjadi ajang kebersamaan masyarakat sekaligus upaya melestarikan budaya lokal di wilayah Pengkol.
Festival akan diawali dengan bazar UMKM pada Sabtu-Minggu, 13-14 Juni 2026. Panitia menyediakan stand bagi pelaku usaha lokal dengan fasilitas tenda, meja, kursi, dan lampu.
Untuk warga pengkol per RT dikenakan biaya Rp150 ribu per stand, sedangkan peserta dari luar warga pengkol sebesar Rp300 ribu per stand. Lokasi bazar berada di depan Pasar Pengkol, Jalan A Yani.
Selain bazar, panitia juga menyiapkan pentas seni pada Sabtu, 13 Juni 2026. Pada sore hari akan ditampilkan pertunjukan dari masing-masing RT, sedangkan malam harinya akan dimeriahkan penampilan band utama di lokasi yang sama.
Sementara itu, Kirab Budaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Kirab akan mengambil rute dari Balai Kelurahan menuju Jalan KH Fauzan, Jalan Moeliki, Jalan Kopral Sapari, Jalan A Yani, hingga berakhir di Pasar Pengkol.
Dalam kirab tersebut, setiap RW akan menampilkan gunungan hasil bumi maupun hasil produksi warga. Setiap RT juga diwajibkan mengirimkan 10 orang pengiring gunungan dengan ketentuan lima orang mengenakan seragam lurik dan ikat kepala.
Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Haul Mbah Ongkowijoyo pada Selasa, 16 Juni 2026. Agenda haul meliputi pembacaan arwah pukul 06.00 WIB, khotmil Qur’an pukul 09.00 WIB, doa khataman dan arwahan pukul 11.00 WIB, serta manaqib dan manganan pukul 15.00 WIB.
Pada malam harinya, masyarakat akan mengikuti pengajian umum yang digelar ba’da Isya di jalan menuju Makam Ongkowijoyo atau depan Pasar Pengkol. Pengajian tersebut akan menghadirkan penceramah Ustaz Wahyudi dari Aksi Indosiar Kedungcino.
Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi warga melalui sektor UMKM.***(Alx)

Tinggalkan Balasan