Relawan bukan hanya tentang menyelamatkan raga di tengah bencana, tetapi juga menuntun jiwa menuju ketenangan. Sosok itu tercermin dalam diri Muhammad Zainuddin, atau yang akrab disapa Poten, relawan BPBD Jepara yang dikenal tangguh di lapangan sekaligus menyejukkan hati lewat dakwahnya.
Dialah Muhammad Zainuddin yang akrab disapa Poten.
Tak banyak yang tahu, di balik nama itu, tersimpan perjalanan panjang seorang Relawan tangguh di bawah naungan BPBD Jepara. Sosok yang tak pernah absen saat bencana datang. Saat orang lain berlari menjauh, ia justru melangkah mendekat. Menyelamatkan raga… sekaligus menenangkan jiwa.
Sejak masa sekolah hingga menempuh pendidikan di INISNU Jepara, Poten dikenal sebagai pribadi yang tak bisa diam melihat penderitaan. Aktif, tanggap, dan selalu hadir itulah dirinya. Bagi sebagian orang, ia hanya relawan. Namun bagi mereka yang pernah diselamatkan, ia adalah harapan yang datang di saat paling gelap.
Namun pagi itu berbeda
Di Musala Darussalam, sabtu 21/03 Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, pada momen sakral Idulfitri, Poten tidak berdiri di tengah bencana. Ia berdiri di mimbar, menyampaikan pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar keselamatan fisik keselamatan jiwa.
Dengan suara yang teduh, ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan latihan jiwa yang seharusnya terus hidup sepanjang waktu.
Selama Ramadan, kita diperintahkan berpuasa, qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Itu semua bukan untuk sebulan saja, tapi untuk kita jaga sepanjang kehidupan,” tuturnya.
Di hadapan jamaah yang terdiam, ia mengajak semua untuk menundukkan ego sesuatu yang seringkali lebih sulit daripada menaklukkan medan bencana.
Idulfitri, menurutnya, bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan melimpah. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk membersihkan hati. Menghapus luka. Mengubur dendam.
Mari saling memaafkan. Karena bisa jadi, tanpa kita sadari, kata dan sikap kita pernah melukai,” ucapnya lirih, namun menghunjam.
Ia menegaskan, silaturahmi adalah jembatan persaudaraan. Bukan sekadar tradisi, melainkan ciri orang-orang yang bertakwa.
Sabda Nabi Muhammad SAW pun ia lantunkan, mengingatkan betapa besar kekuatan sebuah hubungan yang terjaga.Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezeki
Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di akhir khutbahnya, suasana semakin hening. Harapan dipanjatkan dengan penuh kerendahan.
Agar di hari yang fitri ini…
dosa-dosa diampuni…
langkah kembali bersih…
dan kelak, setiap jiwa dipanggil memasuki surga melalui pintu Ar-Rayyan.
Poten telah membuktikan, bahwa menjadi relawan bukan hanya soal menyelamatkan tubuh dari bahaya.

Tinggalkan Balasan