AS dan Israel menggempur Iran, dengan laporan menyebut Ayatollah Ali Khamenei gugur. Situasi ini memicu ketegangan baru dan menambah sorotan tajam pada arah konflik di Timur Tengah. Dampaknya ikut terasa di tingkat global, karena eskalasi perang berpotensi memicu instabilitas politik, keamanan kawasan, dan ketidakpastian lanjutan di hari-hari berikutnya.
Sejumlah media Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.
Seorang penyiar yang tampil di televisi Iran menyampaikan kabar meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei sambil menangis saat membaca pernyataan itu.
“Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid,” demikian dilaporkan oleh stasiun penyiaran negara IRIB dilansir CNN Internasional, Minggu (1/3/2026).
Iran telah mengumumkan masa berkabung selama 40 hari menyusul kematian Khamenei.
Sementara itu, Kantor berita Fars turut mengonfirmasi laporan tersebut.
“Khamenei tewas di kediamannya saat “melaksanakan tugasnya” pada saat serangan terjadi di pagi hari Sabtu,” lapor Fars.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan pada Sabtu terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran.
Agresi militer AS dan sekutu utamanya di Timur Tengah itu tidak hanya menyebabkan kerusakan tetapi juga korban sipil.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dalam serangan militer besar telah mengguncang keseimbangan Timur Tengah dan memicu gelombang balasan yang mengarah langsung ke kepentingan Amerika di kawasan. Serangan rudal Iran ke pangkalan AS menandai babak baru konflik terbuka yang kini mengancam meluas hingga Israel. Apakah ini awal dari perang regional besar yang tak lagi bisa dibendung? Apakah serangan balasan Iran hanya permulaan dari konflik regional yang lebih luas? Mungkinkah Israel menjadi target utama berikutnya dalam spiral balas dendam ini? Apakah dunia sedang menuju perang Timur Tengah skala penuh?


Tinggalkan Balasan