Sebuah rumah joglo milik warga di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dilaporkan terbakar hebat pada Rabu (4/3/2026) siang. Kebakaran yang diduga dipicu dari pembakaran sampah tersebut menghanguskan bangunan rumah berbahan kayu dengan luas area sekitar 15 x 20 meter persegi.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di RT 02 RW 03 Desa Pringtulis. Rumah yang terbakar diketahui merupakan rumah hunian milik seorang warga bernama Malikhatun. Berdasarkan laporan yang diterima petugas pemadam kebakaran, api pertama kali diketahui sekitar pukul 13.45 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun dari laporan petugas di lapangan, sumber api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar rumah. Api kemudian merambat dengan cepat ke bangunan rumah joglo yang sebagian besar terbuat dari kayu, sehingga membuat kobaran api dengan cepat membesar.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Namun karena material bangunan didominasi kayu, api dengan cepat melahap sebagian besar bangunan rumah.
Petugas pemadam kebakaran dari pos Mako Jepara menerima laporan kejadian sekitar pukul 13.45 WIB. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi kebakaran dengan mengerahkan beberapa unit mobil pemadam,
Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Dua unit berasal dari Pos Mako 113 dan satu unit dari Pos Kalinyamatan. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 14.05 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan.
Sejumlah petugas yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran antara lain Bagus, Heru, Harno, Andik, Sony, Jujuk, Brama, Zufar serta Heru dari DLH. Mereka bekerja sama memadamkan kobaran api yang sudah membesar agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena struktur rumah joglo yang sebagian besar menggunakan kayu membuat api mudah menyebar ke seluruh bagian bangunan. Selain itu, petugas juga harus memastikan tidak ada bara api yang tersisa agar kebakaran tidak kembali menyala.
Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai sekitar pukul 17.00 WIB.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat kebakaran terjadi, penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada yang terjebak di dalam bangunan.
Meski demikian, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang cukup besar. Berdasarkan taksiran sementara, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Nilai kerugian tersebut mencakup bangunan rumah joglo beserta sejumlah barang yang berada di dalam rumah.
Petugas juga memastikan situasi di lokasi kebakaran sudah aman dan tidak ada potensi api kembali menyala. Setelah proses pendinginan selesai, tim pemadam kebakaran kemudian kembali ke pos masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran sampah, terutama di dekat area permukiman. Api yang tampak kecil dapat dengan mudah merambat dan memicu kebakaran besar, terlebih jika di sekitar lokasi terdapat bangunan berbahan mudah terbakar seperti kayu.
Selain itu, kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang juga bisa mempercepat penyebaran api. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan tanpa pengawasan yang memadai.
Kewaspadaan dan tindakan pencegahan menjadi kunci utama untuk menghindari terjadinya kebakaran serupa. Dengan kesadaran bersama, diharapkan risiko kebakaran yang merugikan masyarakat dapat diminimalisir.

Tinggalkan Balasan