Pembangunan Awal Alun-Alun Kota Jepara, Penanaman Rumput Impor Oleh Ahli Rumput Nasional Hingga Renovasi Alun-Alun Kota Jepara Yang Masih Hangat Terabaikan Gara-Gara Ambisi Mewah Penguasa

Avatar pantasadmin

Sungguh Ironis dan “Tamparan keras bagi Pemerintah dan Penguasa Jepara”, Alun-alun Jepara hari ini dan beberapa waktu yang lalu menjadi sorotan public dan tamparan keras bagi penguasa Kabupaten Jepara, Lebih lajut hari ini setelah adanya Beberapa Kali Even dan konser besar yang digelar di alun-alun utama Kota Jepara menui kritik tajam dank eras dari masyarakat Jepara hingga para pegiat dan pengamat di Kota jepara. Pemerintah dan pengelola selama ini terkesan abai dan tidak sungguh-sungguh menjaga aset “Ruang Publik”Kabupaten Jepara.

Alun-alun Jepara yang dulu dibangun dengan keringat dan uang rakyat yang tidak sedikit,konon kabarnya rumput berkelas yang didatangkan dari Luar Daerah stadar Rumput Nasional dengan mendatangkan tenaga ahli rumput dari luar daerah, Yang baru saja masih hangat dan belum kering keringat pekerja dan pemborong yang menyulap alun –alun sebagai ruang pulik yang cukup keren dengan gelontoran dana milyaran rupiah, walau di iringi isue Mark-Up dan bau Korup masih terngiang di telinga hingga sekarang, namun pemangku wilayah sebagai penyelenggara pemerintahan abai dan tak peduli dengan nasip uang rakyat dan hutang mencapai program politik mulus, yang tanpa perhitungan dan kewaspadaan hasilpembangunan dengan dana “Panas” yang berakhir dengan kerusakan parah pada Ruang public “Alun-alun Jepara”. Berdasarkan Realita dan dokumentasi serta Ramai Panas di medsos foto-foto yang sedang ramai diunggah akun FB, Sabtu 25 Oktober, kondisi alun-alun Jepara pasca-konser terlihat sangat memprihatinkan. Kerusakan ini menimbulkan pertanyaan dan keprihatinan, Bagaimana dengan pengelolaan dan perawatan ruang publik di Jepara? Siapa yang bertanggung jawabpasca setelah konser ini dan sebelumya?.(25/10/2025),

Alun-alun Jepara yang dulunya menjadi kebanggaan warga dengan rumput yang terawat rapi, sebagai salah satu wajah ter-uptodite, kini berubah menjadi kubangan dan tempat yang memperihatinkan. Sejak pasca kesekian kali digunakan sebagai lokasi konser, even, Lokasi UMKM, dan Vestival Lainnya, rumput di alun-alun kini terlihat rusak seperti tak berharga, parah dan kumuh,dipenuhi dengan bercak-bercak luka rumput dan tanah yang terbuka.

Dulu, warga sangat menjaga kebersihan dan kerapian alun-alun ini,bisa untuk berbaring, bersantai tanpa alas apapun,bermain bahagia dengan anak-anak dan cucu-cucu kita, bahkan sempat ada larangan untuk berjalan di atas rumput saat baru jadi, di seting dan di Tanami, karena akar rumput dari hasil impor ini belum kuat saat itu.Namun setelah beberapa kali perawatan dan akar tambah kuat dijadikan tempat konser, dan Even-even, sehingga kegiatan lainnya  kondisi rumput menjadi sangat memprihatinkan. Banyak warga yang merasa kecewa dengan perubahan ini, apalagi mengingat betapa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk renovasi alun-alun beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya kita tidak boleh injak-injak rumput, sekarang malah dijadikan tempat konser dan rusak begini. Sayang sekali,” ujar salah seorang warga.

“dibangun dengan keringat dan uang rakyat segitu besarnya dengan hasil yang menarik walau ada isue  bau tak sedap mengiringi proyek besar itu hanya dengan se-enaknya di acak acak tanpa ada tanggungjawabnya, Kata salah satu warga.

Warga berharap agar pemerintah daerah dapat memperbaiki kondisi alun-alun dan mencari solusi dan minta tanggungjawab para pihak yang terlibat, Dan kedepan kegiatan yang berpotensi merusak fasilitas umum dapat diminimalisir di masa yang akan dating. Masyarakat juga menginginkan agar alun-alun yang menjadi wajah kota dapat kembali menjadi tempat yang nyaman dan asri bagi seluruh warga Jepara.***(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *