Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan monitoring langsung ke wilayah terdampak bencana dengan membagi tim peninjau menjadi dua wilayah. ( Senin 12/1/2026).
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, memimpin peninjauan di wilayah selatan, sementara Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar meninjau wilayah utara.
Bupati Jepara didampingi Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas PUPR, dan sejumlah instansi terkait.Sejumlah titik yang dikunjungi antara lain Desa Ngetuk dan Pringtulis Kecamatan Nalumsari, Desa Pelemkerep dan Kuanyar Kecamatan Mayong, Desa Robayan Kecamatan Kalinyamatan, Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan hingga lokasi Bongpes.
Pemerintah juga membantu alat berat escavator dan armada untuk mengangkut kiriman Enceng Gondok, guna untuk mempercepat membersihkan sampah yang menumpuk seperti, batangan kayu dan sampah kiriman dari Kecamatan lain yang terselubat di jembatan gerdu.
Pemdes Gerdu, berserta Camat Pecangaan, Koramil, Polsek, dan masyarakat ikut gotong royong membersihkan kiriman Enceng Gondok di selokan jembatan gerdu yang terselumbat, supaya air bisa normal tidak meluap warga setempat aman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Witiarso Utomo menyampaikan bahwa saat ini terdapat delapan kecamatan yang terdampak bencana. Namun kondisi berangsur membaik, meskipun Desa Tempur masih menjadi wilayah paling terdampak.
Alhamdulillah kondisi sudah lumayan membaik. Di Tempur, logistik aman, listrik sudah menyala, dan jika cuaca mendukung, hari ini kami mulai membangun badan jalan agar alat berat bisa naik,” ujar Bupati.Bupati memastikan pemerintah menyiapkan anggaran sesuai kebutuhan penanganan bencana. Pemkab Jepara akan mengoptimalkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), dukungan CSR, serta bantuan dari masyarakat.
Tahun ini kita punya anggaran sekitar Rp5 miliar. Saya rasa cukup untuk membiayai kebutuhan penanganan saat ini,” jelasnya.
Akses menuju Tempur kini dapat dilalui sepeda motor dan pengiriman logistik sudah kembali berjalan. Dapur umum tersedia untuk membantu warga Tempur dan Damarwulan. Kebutuhan kesehatan dan obat-obatan juga tercukupi.
“Pak Sekda dan Dinas PUPR dalam minggu ini akan ke Jakarta untuk komunikasi percepatan recovery agar banjir segera surut,” tambahnya.Saat ini, lanjut Bupati, Dinas PUPR tengah menghitung kerusakan infrastruktur yang terdampak. Untuk area persawahan yang terendam air, pemerintah memprioritaskan percepatan pengeringan agar lahan pertanian dapat segera terselamatkan.
Pemkab Jepara menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Semoga bencana di Jepara segera teratasi dengan selamat,” pungkasnya.***(Alx)


Tinggalkan Balasan