abtu 13 Desember 2025
Semangat kebersamaan dan komitmen menjaga marwah jurnalistik kembali menguat di Kabupaten Jepara. Hal itu tercermin dalam kegiatan Silaturahmi Antar Media Jepara yang digelar di Tesa Kafe (P. John), Sabtu (13/12/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi insan pers lintas media untuk mempererat solidaritas, menyatukan visi, dan meneguhkan peran pers sebagai penjaga nurani publik.
Mengusung tema “Membangun Pondasi Solidaritas dan Kesepahaman Membangun Jepara Yen Ora Ono Awakmu, Aku Ora Sopo-sopo”, silaturahmi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sekitar 65 jurnalis dari berbagai organisasi dan komunitas pers hadir, mulai dari wartawan senior hingga jurnalis muda, mencerminkan semangat persatuan di tengah keberagaman.
Ketua ALMI Jepara, Edy John, menegaskan bahwa pers tidak akan kuat jika berjalan sendiri. Menurutnya, kebersamaan menjadi fondasi utama agar media tetap berdaya, independen, dan dipercaya masyarakat.
“Pers harus saling menguatkan. Tanpa solidaritas, fungsi kontrol sosial akan melemah. Filosofi yen ora ono awakmu, aku ora sopo-sopo adalah pengingat bahwa kita saling membutuhkan,” ujarnya.
Diskusi yang berlangsung santai namun substantif membahas tantangan dunia jurnalistik di era digital, pentingnya menjaga etika jurnalistik, serta komitmen menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Hadir pula perwakilan dari Polres Jepara sebagai simbol keterbukaan dan sinergi antara media dan aparat penegak hukum.
Ketua PWO Jepara, Ali Achwan, menekankan bahwa pers harus tetap kritis namun tidak kehilangan arah dan nilai. Ia mengajak seluruh jurnalis untuk menanggalkan ego sektoral dan memperkuat persaudaraan sesama insan pers.
“Perbedaan media dan organisasi adalah hal wajar. Tapi jangan sampai menjadi sekat. Pers harus solid, berani menyuarakan kebenaran, dan tetap menjunjung tinggi etika serta profesionalisme,” tegas Ali Achwan.
Sementara itu, tokoh pers Jepara Djoko TP menyoroti pentingnya silaturahmi sebagai ruang refleksi untuk menjaga ruh dan nurani jurnalistik. Menurutnya, kekuatan pers bukan semata pada kecepatan menyajikan berita, tetapi pada integritas dan tanggung jawab moral.
“Pers harus menjaga nurani. Silaturahmi seperti ini penting agar jurnalis tidak terjebak kepentingan sesaat dan tetap menyampaikan fakta secara jujur serta berimbang,” ungkap Djoko TP.
Ia juga mengingatkan agar insan pers tetap menjaga marwah profesi di tengah derasnya arus informasi dan persaingan media digital, dengan mengedepankan verifikasi dan kepentingan publik.
Hal senada disampaikan Ketua GWI Jepara, Petrus Paranto, yang menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial sekaligus mitra pembangunan.
“Kritik harus memberi solusi dan disampaikan secara objektif. Media hadir untuk mencerdaskan masyarakat, bukan memperkeruh keadaan,” katanya.
Silaturahmi antar media Jepara ini diharapkan menjadi tonggak konsolidasi pers yang lebih solid, profesional, dan berintegritas. Dari Jepara, insan pers kembali menegaskan satu komitmen bersama: media bersatu untuk Jepara yang lebih maju, beradab, dan berkeadilan.***(ALX)



Tinggalkan Balasan