Kronologi Prajurit AS Bakar Diri di Depan Kedubes Israel Teriakkan Free Palestine, Aksi Bakar Diri Pilot AS Tinju Wajah Joe Biden

Avatar pantasadmin

Posted on :

28 Februari 2024, 21.00 WIB, Seorang pilot Amerika Serikat (AS) tewas setelah membakar dirinya sendiri sambil meneriakkan “Bebaskan Palestina” di depan Kedutaan Besar Israel di Washington DC, pada 25 Februari 2024. Sebelum melakukan protes ekstrem dengan membakar diri, ia menyatakan bahwa dia tidak akan lagi terlibat dalam pembantaian massal. Tidak ada staf kedutaan yang terluka dalam insiden tersebut. Dalam profil LinkedIn-nya, pria bernama Aaron Bushnell tersebut telah lulus dari pelatihan dasar Angkatan Udara sebagai yang terbaik di kelasnya pada November 2020. Namun, Angkatan Udara AS enggan menjelaskan rincian dinas Bushnell.

AKSI membakar diri Aaron Bushnell, 25, pilot  Angkatan Udara AS di depan kedutaan besar Israil di Washington mengguncang pemerintahan Joe Biden  Sebab, hal itu secara jelas merepresentasikan rasa frustrasi yang mereka derita karena pemerintahannya mengabaikan protes warganya sendiri terhadap genosida di Gaza, Palestina.

“Peristiwa ini sangat luar biasa karena aksi bunuh diri ini dilakukan oleh seorang veteran perang, yang sangat memahami makna penderitaan masyarakat Palestina secara lahir batin dan tiada berujung,” kata Teuku Rezasyah dikutip dari Antara, Selasa (27/2).

Seorang anggota aktif Angkatan Udara AS dilaporkan membakar diri pada Minggu (25/2) di depan kedutaan besar Israel di Washington, D.C. sebagai bentuk protes terhadap perang di Gaza. “Free Palestine,” ujar sang pilot, sebelum ia memantikkan api ke tubuhnya.

Aksi tersebut, menurut Rezasyah, dapat merepresentasikan betapa frustrasinya tentara Amerika Serikat yang harus melakukan aksi bersenjata, melawan hati nurani mereka sendiri.

Aksi bunuh diri tersebut juga, secara terang benderang menggambarkan betapa kecewanya masyarakat AS terhadap pemerintahan Joe Biden yang dinilai tidak mendengarkan semangat cinta kasih dan perdamaian dari masyarakatnya sendiri.

“Aksi bunuh diri ini juga mengagetkan pemerintah dan masyarakat Israel, yang tidak pernah membayangkan kegiatan semacam ini dilakukan di Kedutaan Israel, di sebuah negara sekutu mereka sendiri,” kata Teuku Rezasyah.

Kedepan, Rezasyah menilai bahwa Kedubes Israel di seluruh dunia akan menerapkan aturan protokoler yang lebih keras guna meniadakan prospek bunuh diri dari siapa pun di lokasi kedutaan mereka.

Selanjutnya, aksi bunuh diri tersebut juga dinilai akan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas diplomasi publik Israel guna mengambil hati masyarakat di seluruh dunia agar memahami aspek-aspek yang menyangkut Palestina, dari perspektif Israel.

Sementara itu, ketika ditanya tentang kemungkinan langkah AS untuk mencegah genosida oleh Israel di Palestina yang memicu aksi membakar diri di dalam negeri oleh tentaranya sendiri, Rezasyah menilai bahwa dalam jangka pendek Pemerintahan Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan berupaya menarik simpati pada keadaan masyarakat Palestina.

Upaya itu akan dilakukan sembari memberikan tekanan psikologis pada pemerintah dan masyarakat Israel untuk menghentikan aksi genosida mereka.

Meski demikian, tentang kemungkinan AS untuk menghentikan bantuan perang ke Israel dan mendorong penghentian genosida serta mendorong prospek solusi dua negara antara Israel dan Palestina, Rezasyah menilai kemungkinan itu akan sangat sulit dilakukan AS.

“Sangat sulit mengubah kebijakan luar negeri Amerika Serikat karena besarnya pengaruh Military Industrial Complex (MIC) yang terdiri dari industri senjata, wilayah lokasi pabrik senjata, dan para politikus pro Israel,” katanya.

Namun, untuk jangka panjang, Pemerintah AS dinilai akan semakin berhati-hati dalam menyikapi seluruh aspek kebijakan luar negerinya atas Israel dan Palestina.

AS juga diperkirakan akan memperbanyak konsultasi dan dialog secara multilateral, namun bergerak pelan sekali atas isu Israel.

(Alex/Z-H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *